Tampilkan postingan dengan label My Story. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label My Story. Tampilkan semua postingan

Jumat, 03 Mei 2013

From Ketep to Brigata Curva Sud Sleman

Tanggal 28 April 2013 kemarin aku bersama suamiku hendak pergi ke Jogja untuk dua tujuan: pertama, suamiku kesana untuk bekerja melaporkan statistik pertandingan secara live dengan agensinya pada pertandingan Liga Premier Indonesia PSS Sleman Vs PPSM Magelang.
Woooh aku sudah lamaaa ga ke Jogja... terakhir kali ke Jogja itu pasca gunung merapi meletus tahun 2010, kesana cuman buat tes toefl sehari semalam doang. Ga main kemana-mana. bokek. waktu itu. Trus sebelum tahun 2010 itu terakhir kesana itu jaman... SMA... piknik temen se-geng nyewa mobil. dan itu tahun.... 1998 atau 1999 kalo ga salah... *iya, uda lama banget lulus SMA, uda berumur sekarang* HIiss!
Kali ini aku dan suamiku naik motor, santai dari rumah mertua di Salatiga, lewat ke jalur kopeng-ketep-blabakan-muntilan magelang-sleman-jogja. Perjalanan melewati pegunungan dengan pemandangan yang sejuk. Kayak gini nih..
Pemandangan spektakuler di ketep, berlatarbelakang gunung merapi yang tersohor itu.
Aku udah pesan ke suamiku supaya ajak aku ke beringin kembar, alias Masangin di Alun-alun selatan (kalo ga salah) Jogja, udah itu doang kepinginnya. Abisnya mau ke malioboro tapi tanggal tua, takut tipis iman melihat godaan barang-barang murah.

Setelah kami check in di salah satu hotel backpacker (baca: murmer) di jalan maguwo jogja, kami ke stadion Maguwoharjo. Kata suamiku, ini stadion internasional. Dan yang paling menarik adalah atraksi dari suporter PSS Sleman yang bernama Brigata Curva Sud alias BCS (perlu diketahui, suporter PSS Sleman ini terdiri dari dua kubu: Slemania, dan Brigata Curva Sud). Masih menurut suamiku, anak-anak suporter BCS ini diwajibkan memakai baju yang rapi kalo ke stadion, pake sepatu, celana panjang dan kaos serta jangan lupa sisiran. hihihi... dan memang loh, aku perhatikan mereka ini memakai kelengkapan seperti yang diminta, dengan warna kaos hitam.
Dan inilah atraksi mereka yang sempat aku rekam... you'll say they're an ideal suporter.
Dari sisi kanan yang aku rekam itu adalah suporter BCS yang kompak dengan atraksinya. sedangkan di kiri ku adalah dari Slemania. Mereka saling adu kreatifitas. Dan perlu diketahui, disini tidak ada yel-yel yang bernada menghina tim lawan, suporter lawan... nyanyian benar-benar mereka khususkan untuk menyemangati tim kesayangan mereka.

Rabu, 01 Mei 2013

Mahasiswa Baru

Hello world, how's your day?
Ga terasa udah 2,5 bulan aku jadi mahasiswa lagi. Berkat kesempatan yang diberi dari kantor. Mahasiswa Magister Pembangunan Wilayah dan Kota di Universitas Diponegoro Semarang.
Let me tell you, this is a gift, and this is a mandate.
Ada rasa bangga, tapi disitu juga ada satu hal yang dituntut dari ku... "tanggung jawab". Untuk apa?
Untuk bisa menuntut ilmu dengan sebaik-baiknya, untuk bisa lulus tepat waktu, dengan nilai yang memuaskan tentunya.

Rupaya dosen-dosen di PWK ini bener-bener keras, banyak tugas yang harus kami rampungkan. Wow, ini pertama kalinya aku kuliah dengan kondisi yang masih berusaha ngertiin isi materi kuliah dari dosen (yang sebagian banyak masi aku ga paham-paham... saking dudulnya), ditambah dengan tugas-tugas kadang numpuk disatu waktu. But then.. ditengah rasa panik, pusing sama tugas kampus, aku berusaha menegarkan diri dan mengingatkan diri untuk tetap kuat, demi tanggung jawab yang sedang ada dipundakku ini, dan juga demi masa depan karir ku sendiri.

Sometimes ada rasa minder.. mengingat umur ku ga muda lagi (*sigh*... kenapa mesti begini sih kalimatnya..) atau akunya yang memang otaknya udah lama ga dipaksa kerja keras jadinya cengok sendiri, bego sendiri, ngeliatin temen-temennya yang masi muda-muda dan cekatan dan cerdas *jadi sedih nih* ;(

--Semangat dong kakaaakkk.... ----
Ada sisi positifnya juga.. jadi dapet banyak ilmu dari temen-temen yang lebih cerdas ini. Walopun itu berarti aku harus bekerja lebih keras. Yes,seringkali aku merasa problem utamanya adalah aku belum bisa bekerja sekeras dan seoptimal yang aku butuhkan dan aku inginkan.

Sekarang ini aku lagi memasuki pertengahan semester, yang artinya perkuliahan untuk Blok I sudah selesai, lagi masa ujian. Masi ada dua tugas yang harus dikumpulkan lusa. Harus semangat, harus yakin semua bisa dihadapi, dijalani dengan sebaik-baiknya, lulus tepat waktu dengan predikat yang memuaskan. For me, for my departement, my parents, my husband, my child... for future.

See you di sela-sela kesibukan ku yang akan dimulai lagi minggu depan.... Goodnite world
   


Minggu, 21 April 2013

Aku dan Bani Suamiku di tengah keluarga dalam pernikahan sepupu Dwi Maryani dan Sidiq di Bekasi 30 Maret 2013. What a lovely day with pinkny stuff ditengah keluarga besar

Senin, 18 Juni 2012

Jakarta

Satu setengah tahun sudah aku di Jakarta. Semua itu supaya aku bisa kumpul dengan suami. Rasanya 4 tahun LDR (long distance relationship) uda cukup kenyang buat kami.
Datang kesini dengan semangat seperti si Pitung mau lawan kumpeni. Iya, betapa tidak, ibarat anak desa yang merasa uda banyak ilmu hidup susah payah, pasti hidup di Jakarta bakal mudah, karena disini banyak fasilitas. Itu yang ada di benak ku saat itu.

"Gimana rasanya hidup di Jakarta?"

Pertanyaan itu yang paling sering ditanyakan pada ku awal-awal aku merantau ke Jakarta. Mulai dari bapak, ibu mertua, ortu, kakak ipar, sahabat, bahkan kadang aku pun bertanya ke diri ku sendiri sih...

Seperti jawaban umumnya, aku jawab "yah begitulah, macet, tapi udah biasa kok". Sok tegar. "Lebih enakan di Semarang kan?" lanjut kakak iparku. 

Awal kerja di Jakarta bulan Februari 2011, aku mulai harus beradaptasi dengan kota tak kenal tidur ini. Subuh bangun, lalu bersiap berangkat. Maklum, jarak antara tempat tinggal dan kantor harus ditempuh kurang lebih 2 jam naik angkot plus busway, dari Klender ke Pattimura Kebayoran Baru.

"Kamu terlambat berangkat 5 menit saja, lalu lintas sudah menggila" sering aku mendengar kalimat ini, dan merasakannya sendiri. Jadi, demi menjaga mood, akhirnya memilih berangkat pagi sekalian. 

Mungkin setengah penjuru Semarang, di jam-jam orang Jakarta berangkat pagi-pagi, malah sedang asyik makan sarapan pagi dengan santai sambil nonton TV. Tapi para Jakartans ini harus merelakan waktu tidur dan sarapannya nya terinterupsi dan meneruskannya di bus, atau di kantor. 

"Enjoy Jakarta!" itulah slogan pariwisata Jakarta. Jangan dimasukkan hati, nikmati saja ketidaknyamanan, keruwetan.. nikmati saja. Mungkin harus ditambahi kalimat penyemangat "Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian. Bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian". Tentu saja itu hanya akan terjadi jika pemimpin Jakarta benar-benar peduli dengan kondisi Jakarta ini.

Oke, kembali ke cerita.... (udah mulai ngantuk ya? *tabok satu2*)

Biasanya sih perjalanan berangkat kerja umumnya lancar, dari klender naik angkot sampai halte busway di Kp. Melayu. Dari sini perjalanan nge-busway dimulai, lalu pindah koridor di halte Matraman, lalu pindah lagi di halte Dukuh Atas dan turun di halte Masjid Agung Al-Azhar, lalu jalan kaki menyeberangi komplek Al-Azhar. Jika semua lancar, kurang lebih 1,5 jam sudah sampai.

Tapi jangan ditanya perjalanan pulangnya ya... jam pulang kerja Jakartans ini yang kadang random. Seringnya harus lebih berdesakan dan lebih antri, terutama di halte Dukuh atas dan Matraman. Pernah suatu kali antrian penumpang busway di Dukuh Atas mengular hingga ke ujung satunya jembatan. Kebayang dong ya udah capek, pengen cepet sampai rumah tapi harus stuck di situ. Pernah sejam lebih aku mengantri. Lah, bego banget mau antri sejam? Ya, abisnya waktu itu belum dapet gaji, duitnya masi nodong suami, jd ngirit, ga mau naik taksi. Dan lagi juga masi buta jakarta. Bisanya naik busway doang.

Kadang penumpang sampai berebut dan saling dorong untuk bisa mendapatkan tempat di dalam bus. Sungguh ironis. Aku bertanya-tanya, sepertinya jumlah armada busway ini sangat-sangat kurang. Entahlah. Ada yang bilang, yang bikin armada bus suka terlambat itu karena stasiun pengisian bahan bakarnya (untuk bus yang memakai gas) cuma ada 2, dan kadang pasokannya kurang, sehingga mengganggu kesinambungan jadwal bus. Dan akhirnya yang dirugikan adalah konsumen.

Tapi ini juga bisa disebabkan oleh kemacetan (yang juga terjadi di jalur busway) baca: jalur busway diserobot. Nah loh, akhirnya jalur busway bukan jalur yang steril lagi dong yah. Dulu aku sebagai penumpang busway sangat sangat kesal dengan aksi serobot ini. Lalu apa bedanya busway dengan bus macam kopaja, metromini dll itu. 

Makin lama, aku makin tidak tahan dengan segala problem busway yang merugikan ku sebagai konsumen. Dan aku memilih untuk... naik motor saja. Sejujurnya ini karena sudah menjadi kebiasaan ketika di Semarang, kemana-mana naik motor, tidak perlu bergantung pada angkutan. Mau kemana-mana tidak repot. Asalkan tau jalan. Lebih cepat sampai ke tujuan.

"Tapi lalu lintas di Jakarta itu beda dengan di Semarang, kamu nggak takut?" 

Banyak sekali yang melontarkan pertanyaan itu kepada ku. Dan aku jawab, tidak. Kesabaranku sudah habis untuk mengunggu bus yang jadwalnya sialan itu. Malah ada yang beranggapan bahwa naik busway itu lebih enak, tinggal naik, duduk, tidur, sampai deh. Tapi yang beranggapan seperti ini hanya orang-orang yang tidak pernah merasakan antrian maha dahsyat penumpang busway yang terlantar, belum lagi merasakan didorong-dorong masuk ke bus, belum lagi kalau tidak dapat tempat duduk dan sopirnya suka ugal-ugalan, badan seperti pontang-panting. Jika mereka tau kenyataannya mungkin mereka sudah pipis di celana dan membenarkan kata-kataku. 

Aku lebih baik terjaga diatas motor, menyetir dan meliuk-liuk diantara kemacetan. Aku bisa cepat sampai, bisa mempunyai waktu ekstra untuk beristirahat di rumah.

Mungkin aksi ku ini adalah aksi yang bertentangan dengan program pemerintah yang berusaha mengatasi kemacetan. Well, program mereka sendiri tidak dijalankan dengan benar. So, kampret lah.

Pernah sih kecelakaan di daerah kalimalang, di satu sisi karena kurang hati-hati juga karena terlalu dekat jarak motorku dengan motor di depanku dan saat hampir mendahuluinya, tiba-tiba motor di depan ku bergerak ke samping dan menyenggol ku. Dan, aku sukses mendarat di aspal dengan motor ku. Masih mujur karena aku cepat-cepat bangun dan menyingkir supaya tidak terlindas kendaraan lain. Harus lebih banyak hati-hati dan membaca pergerakan kendaraan lain di jalan. 

Begitulah.... kisah perjalanan di Jakarta ku ini. 

Bahkan saat aku sudah naik motor pun aku bisa melihat dengan jelas lalu lintas yang menggila itu. Dan bagaimana orang-orang berusaha ingin cepat sampai ke rumah untuk melepas lelah. Aku mendadak kasihan dengan orang-orang Jakarta ini. Sebegitu berharganya waktu, dan mereka harus ekstra berjuang. *pukpuk* Oh, aku pun jadi bagian dari mereka *pukpuk diri sendiri*

Rabu, 21 Maret 2012

Decision

Selamat pagi warna hitam, selamat pagi warna putih. Semalaman aku bergumul dengan perasaan ga menentu. 
Pernahkah kamu mempertanyakan apakah keputusan yang kamu buat adalah sesuatu yang benar atau salah?
Benar ataupun salah, setiap keputusan yang kita ambil selalu diikuti konsekuensi. Konsekuensi inilah yang kadang ga sejalan dengan apa yang kita inginkan. 
Kalau begitu, mungkin intinya bukan pada benar atau salahnya suatu keputusan ya, tapi siap atau tidaknya kita menerima dan menjalani konsekuensi dari yang keputusan yang kita buat.
Seringkali keputusan kita buat untuk memenuhi maksud kita, untuk mencapai keinginan kita. Seperti mata uang, yang memiliki dua sisi, keputusan itu juga memiliki sisi konsekuensi. Sudah satu paket.
Ini mungkin dimaksudkan supaya kita belajar bertanggung jawab dengan pilihan kita. Bisakah kita berbesar hati? ataukah kita hanya ingin enaknya sendiri?

Aku sedang mempertanyakan diri ku sendiri, apakah aku orang yang mempunyai rasa tanggung jawab dan besar hati, ataukah aku hanya seorang pecundang yang egois? 
Tentu aku ga ingin jadi pecundang yang egois. Disini aku berusaha menasehati diri ku sendiri, yang sepertinya berontak untuk menerima dan menjalani konsekuensi. 

~Grey~

Jumat, 09 Maret 2012

Addiction (1)

Aku punya kecanduan pada hal-hal yang mungkin berbeda atau mungkin juga sama dengan kalian... dan untuk beberapa kecanduan yang aku alami, aku ga pengen sembuh. Biarkan saja... 
Kenal dia? Iya, dia cowokku yang ke... mmm.... (itung2 kalkulator) mmm... maaf, entah dia yang ke berapa... Nggak love at first sight sih, dulu pas dia muncul nyanyiin Bailamos, aku masih punya pacar. Jadi ga begitu ngeh... tapi karena dia pendekatannya intens, pake lagu-lagu romantis, ya lama-lama aku luluh juga.... dan... setelah lama kenal dia, ternyata dia itu perfect... sexy... duh.... gimana dong... iya aku addicted ama dia. Tapi tolong ya, aku ga mau sembuh. Aku terima ke-addicted-an ini dengan senang hati, luar dalam deh... 

Dia bintangnya Taurus, sedangkan aku Aquarius sih... cocok gak ya? tapi ya, kata orang bijak sih, jalani aja... yauda.. buatku juga ga masalah, aku bisa nerima kekurangan dia... ya gak penting dia bisa nerima kekuranganku atau tidak (ahay, semena-mena)..... 



Senin, 05 Maret 2012

My Point of View - This Life

Dari hal-hal random, absurd, to-lol, wise, fun, yang aku alamin di tiap hari, banyak hikmah yang bisa aku ambil, dan siapa tau bisa jadi sharing pengalaman buat pembaca (postingan ini akan selalu di update) :
  1. Terlalu refleks juga ga bagus. Suatu kali ada seorang bapak senior di kantor yang aku kenal, papasan di depan lift, saling sapa biasa. Lalu kami diam menunggu lift saling membelakangi (aku mau ke atas, dia mau ke bawah), lalu lift di depan si bapak terbuka dan ada yang menyapanya, rupanya aku menyangka itu suara si bapak yang mau ngucapin 'duluan ya mbak'... dan aku dengan entengnya menjawab 'iya pak' sambil menengok... #ngok.... ternyata aku ke-GR-an. #ngok #300kaliNgok duhhh.... *jedot2in kaki ke tembok* *coret2 tembok* T_T why God why me???? Tips: Kadang kita harus melihat sesuatu lebih jelas dulu, tengok dulu, baru bereaksi.
  2. Tanpa niat dan tekad yang besar = tidak ada kemajuan. Kadangkala penyakit malas melanda, suka menunda-nunda
  3. Terlalu peduli sama orang lain juga ga bagus kalo diri kita ga keurus. Ini terdeteksi juga di diriku, buktinya pas outbond dalam suatu permainan yang menugaskan kami menyusun puzzle yg sama persis dgn masing2 anggota kelompok dengan kepingan yang berbeda bentuk, dan satu sama lain tidak boleh berkomunikasi secara verbal. Puzzle ku tidak utuh, dan kurangkai sebisanya, masih missing. lalu aku melihat seorang teman masih agak kesulitan, lalu aku tiba2 sudah memegang puzzlenya dan mengutak-atiknya. Aturannya sih aku ga boleh melakukannya kecuali dia menyodorkan puzzlenya ke aku. Dan... lama kami berkutat dengan ketidak beresan puzzle kami, akhirnya aku baru menemukan satu kepingan yg masih tercecer di amplopku, nah lo... ternyata aku sendiri masih punya problem, sok nolong temen. Lalu masih belum komplit lagi... dan... ternyata lama baru kami sadari salah satu kepinganku ada yg terlipat sehingga kami terkecoh.... kesimpulannya, kadang kita terlalu sibuk mengurusi orang lain sampai-sampai tidak menyadari bahwa kita sendiri punya masalah yang membutuhkan perhatian kita.
  4. Belajarlah pada sejarah. Kata-kata ini aku dapat saat ikut Outbond dalam suatu diklat. Memang bener sih, dengan belajar pada sejarah kita bisa meminimalisir kesalahan.

Selasa, 07 Februari 2012

Lonely Planet : John Vlahides

Berlangganan TV Kabel? (eh, bukannya dimana-mana TV memang pake kabel ya?) Channel Favorit ku sih biasalah ga jauh-jauh dari Star World, E! (maklum penggila reality show luar dan serial drama komedi) ama Fox Movies Premium (suka muterin film-film yang setidaknya lebih baru ketimbang di TV swasta nasional, walaupun kebiasaannya sama, yaitu suka mengulang-ulang)... 

Sebenernya dari yang aku langganan sih, ada National Geographic Adventure ama channel sport ESPN untuk suami ku yang suka nonton petualangan dan olahraga. Awalnya sih ga suka nonton itu. Dan suatu kali.. aku sedang bosan dengan channel2 yang sering ku tonton, akhirnya petualangan jari-jari ku di atas remote pun menuju channel NatGeo Adv, dan... sedang ada program Lonely Planet dan saat itu ada seorang travel writer, John Vlahides sedang melakukan roads less travelled di Maroko 

And I stun, hey... ini orang kok pembawaannya menarik ya, aku jadi tertarik mengikuti petualangannya di Maroko, dan dia smart. Ya mungkin karena dia memang seorang petualang yang uda level kakap, jadi dia begitu membaur dengan masyarakat disana, begitu rendah hati, nggak sok tau. Wow, aku terkesima. Dalam hitungan sejam, acara Lonely Planet segera merebut hati ku untuk mendaulatnya menjadi acara favorit yang akan ku tonton di tiap episodenya. 

Dan benak ku sepanjang durasi acara Lonely Planet ini jadi melayang kemana-mana, ikut ke pengembaraannya, dan lalu terdramatisir dengan pikiran: udah punya istri dan anak belum ya? apa dia ga kangen keluarga? bla bla bla. Ga penting. Tapi yang jelas satu hal, he's so georgeous... hihihihi.... 





Senin, 19 Desember 2011

My First Awesome Ice Skating Experience

@ Sky Ring - Mall Taman Anggrek


Pertama kalinya main Ice Skating, tanpa memiliki basic latihan in-line skate / main sepatu roda. Ya maklum, wong ndeso… taunya playonan (maen kejar-kejaran) *ngejar cowok tentunya* prutt…

So, begitu menjejakkan kaki yang sudah terbalut sepatu khusus, ke arena Ice Skating satu gerakan dan GEDUBRAK! Aku jatuh… hehehehe… hanya cengengesan yang muncul di raut wajahku. Namanya juga mau having fun, dilarang cemberut doongg…

Tapi ‘jatuh’ adalah salah satu hal yang membuat aku trauma dalam hidup ini, udah pernah jatuh, mulai dari jatuh dari motor karena kecelakaan, mimpi jatuh yang intens, sampai jatuh cinta juga pernah… (etapi yang terakhir ga bikin trauma sih..) so, akibat gedubrak yang pertama di arena Ice Skating, rasa takut mulai menjalar, so.. aku dengan salah satu sahabat baik ku Sari (bukan nama samara) mulai melipir di arena, sambil berpegangan pada besi yang melingkar di pinggir arena. Rupanya bukan hanya kami yang masih takut-takut, karena banyak juga yang melipir seperti kami ini.

Memang first step itu selalu hal yang sulit, tapi sesudahnya semua jadi semakin mudah. Nah, untuk mengumpulkan keberanian untuk melangkah ke tengah arena, kami berusaha tetap berhati-hati.  Ibaratnya sih seperti bayi yang sedang belajar jalan, atau seperti Mr. Bean yang lagi mengumpulkan keberanian. Melihat banyak juga anak-anak lain yang lebih muda dari kami (Bahkan sebagian jauuuh lebih muda, seumuran anak SD) udah pada jago meluncur di arena, kami berusaha memperhatikan cara mereka melangkah dan meluncur. Huuuufff, bukan hal yang mudah memang. Tapi aku harus bisa, kataku dalam hati mencoba memotivasi diri.

I said, sejam pertama bakalan jadi latihan untuk menemukan ritme meluncur, sejam kedua pasti lebih baik, kata ku pada Sari. Dan ya,s ejam pertama, bisa dihitung dengan jari aku jatuh dan bangkit, sedangkan Sari rupanya lebih mahir. Sejam pertama kami bergandengan tangan, mencoba meluncur di tengah, keliling, keliling… menyenangkan, dan sepertinya aku mulai sangat antusias, adrenalin berpacu, tapi juga nervous… akibatnya… gedubrak, jatuh lagi. Shit! “focus, Lia, tenang… ayo bernapas…  jangan terburu-buru, pelan-pelan saja…” kataku menyemangati diri sendiri supaya tidak labil. “Pijakan harus kuat, karena kontur es nya tidak rata, badan agak dibungkukkan ke depan supaya ga jatuh kebelakang” kata Sari. Oke, kalo gitu mungkin akan jatuh ke depan, I hope I wouldn’t break my nose. Hihihii…

Ice Skating ini sepertinya mengajarkan supaya sabar, kuat dan tidak putus asa untuk mencoba sampai mahir. Banyak sekali hikmahnya yang bisa aku petik. Ceilehh…  *sambil terpesona dengan kemahiran salah satu ice skater yang dengan luwes seperti seorang ballerina yang berputar-putar dengan cantiknya*

Rupanya 1,5 jam bersenang-senang di arena Ice Skating, mulai menimbulkan pegal di kaki dan punggung, okelah itu buat pengalaman pertama. Tapi kesenangan dan kepuasan yang aku dapat membuatku ingin selalu kembali kesana. ^0^


Jumat, 16 Desember 2011

Perjalanan cinta ku dengan musik :)

@ Happy Puppy Solo

Selain menulis, salah satu hobi ku adalah..... menyanyi (karaoke) :)) Ini hoby yang baru muncul setelah hidup di Jakarta. Siapa sangka karaoke tuh asyik banget :) Don't blame my mom!!

Suaraku memang ga bagus-bagus amat, ya misalnya ikutan American Idol, pas di babak penyaringan peserta, pasti Simon Cowell udah langsung ngusir aku begitu aku nyanyi, atau ngelempar aku pake duit gopek an. Keren kan?? (lumayan, gopek dollar *kantongin*) 
Memang pada dasarnya dari kecil aku suka musik, tapi bodoh soal bermain musik. Pernah sih mainin alat musik, pas dulu jaman SMP main suling ama pianika. Trus pernah juga main gitar (dapet kado dari suami yang punya mimpi istrinya bisa se-keren Avril Lavigne / Sheryl Crow).

Dulu acara TV favorit adalah MTV, pas jaman ANTV masih nyiarin MTV asia (maklum ortu ga kuat buat langganan TV kabel). Nonton MTV dan berusaha cari lirik lagu yang aku suka. Bahkan ga pengen ngelewatin acara tangga lagu di radio yang seminggu sekali update peringkat lagu yang lagi ngehits, sampai-sampai aku catat peringkat-peringkat lagu itu. Dulu pun ga punya radio, jadi nebeng di tetangga yang radionya masih anyar dan bagus. :)) Masih ingat betul, dulu Celine Dion dengan lagu 'My Heart Will Go On' OST.Titanic paling lama menguasai tangga lagu.
Lirik lagu didapat dari membeli majalah-majalah remaja yang dulu demen memunculkan profil penyanyi/band yang lagi nge-hits. :)) atau mencatatnya dari teman yang beli kaset. Hahahaha ga modal banget ya? Sampai akhirnya makin gede dan melek internet. Tinggal googling aja. Easy.

Yah, teman-teman kerja di Jakarta sukses meracuni ku dengan karaoke..... So much fun. Just pick our favorite song then sing it. Mom, I just love this thing. ^0^




Kamis, 08 Desember 2011

Ngemil is a SIN :(

Tuhan menggoda ku dengan memberiku 'lust' terhadap makanan, terutama cemilan...

I can't stop menjamah dan mengunyah tiap keping cemilan itu. 

Adakah yang salah dengan mengemil? orang bilang sih ga ada...
Tapi kenapa rasanya kayak bersalah gitu ya? mmm..mungkin krn di ruangan ku sering ada orang lalu lalang, tamu2 big boss jadinya risih kl ke gap pas lagi ngemil. Tar pikir mereka "ni anak ga bisa apa ya mulutnya berenti ngunyah?" :(( upss.

Tapi... hari tanpa ngemil, kerja tanpa ngemil, rasanya tersiksa dan waktu berjalan begitu lambat.... *ngelirik ke arah toples cemilan yg udah melambai-lambai*
uuuhhhh..... *berusaha menggapai toples*

Okey, ngemil, satu lagi dan lagi,.... again... dan... *isi toples hampir abis* *kemudian baru sadar kalo dari tadi ngemil ga berenti berenti* *ngecek pipi, tambah tembem / ga* 

God, its a temptation!!
I'm lost in lust.... of snack. 
I feel so guilty. 
Maybe its a curse. 
Maybe its a sin.

Rabu, 07 Desember 2011

Kucing Kasmaran

Kejadiannya semalem, di Kos-an ku di daerah Tebet...

Rumah kos yg aku huni memang lengang karena sebagian rumah masih dalam tahap pengerjaan, sedang yg diatas dari 7 kamar baru terisi 4 manusia termasuk aku...

Saat berada di ujung tangga paling atas dan akan memasuki kamar, tiba-tiba muncul sesosok kucing belang-belang abu-abu hitam, badannya gemuk dan lucu....sepertinya dia terusik dengan kedatanganku. 

Si kucing masih berada di tengah2 tangga, memandangku sambil sesekali melirik ke arah lain. Lucu sekali. Aku pikir dia ingin bermain denganku, tapi aku berhati-hati supaya tidak membuatnya lari ketakutan. 

You know lah, tak kenal maka tak sayang....

Aku masuk ke kamar, lalu keluar kamar lagi dan mendapati si kucing masih di posisinya semula, memandangku tp siap-siap akan ambil langkah seribu jika aku mendekat, dan sesekali dia melirik ke arah lain. Aku pikir sih dia masih bingung mau lari ke arah mana.

Setelah agak lama akhirnya aku masuk ke kamar untuk siap-siap mengambil baju ganti untuk kubawa ke kamar mandi... eeehhh... ternyata si kucing buru2 lari bersama dengan kucing lain yang kuduga itu pacarnya, mereka lari cepat2 sambil mengeong, sepertinya mereka bahagia bisa lari mengecohku. Suara mereka terdengar seperti ABG yg lagi menyanyikan lagu kemenangan cinta mereka.

Aku tertawa sendiri karena menyadari bahwa sedari tadi si kucing abu2 memandang ke arahku untuk memastikan bahwa aku tidak mengetahui tempat persembunyian pacarnya, dan saat dia melirik ke arah lain rupanya dia sedang memberi kode ke pacarnya akan situasi yg ada....

Auuhhh... kuciiingggg awas kau ya kl tertangkap nanti... aku gelitikin loohh.... *gemessss*

Selasa, 06 Desember 2011

The Worst "Nitemare"

Hal apa di dunia ini yang merupakan your worst 'nitemare' ?

For me,The Worst Nitemare : Tidak bisa menyelesaikan sesuatu yg jadi tanggung jawab ku

Dan sepertinya hal itu membekas banget di benak ku, dan bahkan mungkin juga udah menggerogoti mental ku.

Dulu, aku dimasukkan Les mengaji saat kelas 1 SD, mulai dari jilid 1 yg isinya masih belajar mengenal huruf arab paling dasar, sampai kelas 4 SD saat aku khatam Al-Qur'an, yg artinya aku udah bisa membaca Al-Qur'an dengan baik.

Di kelas Al-Qur'an itu, guru ngaji ku rutin menguji murid-muridnya menghafal surat-surat Juz Amma... dan aku selalu jadi yg paling sedikit mengalami kemajuan dalam hal menghafal ini. Sampai akhirnya hari besar untuk murid-murid tiba, Khataman Al-Qur'an yg akan disaksikan guru-guru dan murid-murid satu sekolah mengaji itu... dan murid-murid yg akan Khatam (lulus) harus menghafal satu surat di depan audience.

Tentu itu juga hari yg ditunggu-tunggu Ayah dan Ibu ku. Tapi...
Nyaliku tiba-tiba ciut, gimana kalo tar di depan audience tiba-tiba aku lupa hafalannya??? 

Lalu menjelang hari H, aku putuskan ga ikut latihan, aku ga mau ikut acara kelulusan yg mengerikan itu. Ibu menjadi marah besar, dan aku mengurung diriku dalam kamar, menangis ketakutan, karena ibu benar-benar marah dan ingin menghajarku. Sampai guru ngajiku membujukku untuk tetap ikut dan tidak usah mengkhawatirkan soal hafalan. Namun aku bergeming, tetap pada keputusanku.

Itu pertama kalinya aku menyerah pada ketakutan ku, yg berubah menjadi mimpi terburukku. Tidak mampu menyelesaikan sesuatu yg tinggal sejengkal saja dengan garis finish.

Dan rupanya, hal ini hampir.. hampir terulang saat aku menjalani Skripsi di bangku kuliah. Mimpi buruk yg sudah aku mulai di masa kecil ku itu, kerap menghantuiku, mengikis rasa percaya diri ku... But, rupanya Tuhan masih memberi ku kesempatan kedua, masih menghadirkan orang-orang disekitarku yg akan 'menamparku' dengan kenyataan, bahwa tanggung jawab harus aku selesaikan...

Semoga aku akan selalu kuat dan dewasa menjalani tantangan dalam hidup... menyelesaikan tanggung jawab ku dengan baik. Amin

Semoga tidur nyenyak setiap malam dengan mimpi indah akan masa depan... Be Strong. :)

Selasa, 15 November 2011

Adikku

Aku kangen kamu adikku... 

Aku merasa beberapa hari lalu aku masih menggendongmu, mendengarkan tangisanmu yg bisa membangunkan tetangga se-kampung, melihatmu merengek saat malas berangkat ke sekolah dan membuat berbagai alasan supaya ayah dan ibu mendukung niatmu.

Lihatlah kamu sekarang, sudah bukan murid berseragam putih merah lagi, tapi putih biru. Kamu sudah beranjak remaja, ABG.

Orang tua kita semakin senja umurnya. Mungkin hampir kurang memahami betapa kompleks hidupmu sekarang, dik.

Aku tau itu sebabnya kamu begitu kangen sama aku, kakak pertama mu. Selain karena aku satu-satunya kakak perempuanmu. 

Sekarang jarak memisahkan kita dan aku terkadang sudah terlalu capek menerima telpon karena energiku sudah tersita habis di jalanan ibu kota dan pekerjaan. Maaf dik... bukan aku tidak mau mendengar ceritamu, keluh kesahmu... 

Adikku, kamu sekarang sudah remaja, bukan anak-anak lagi...

Kamu harus belajar, tidak semua hal bisa didapat dengan mudah. Belajarlah untuk mewujudkan keinginanmu dengan usahamu. 

Tidak semua orang sependapat denganmu, kamu harus belajar menghargai pendapat orang lain. Hargai dan jangan memaksakan pendapatmu. Perbedaan itu selalu ada. Kamu hanya harus memiliki prinsip, keyakinan apa yg menurut hati nuranimu benar.

Belajarlah memahami jalan pikiran orang yg lebih dewasa, ketahui alasan mereka berpikir demikian. Kamu akan menemukan banyak sekali hal yg menjadi pertimbangan orang yg sudah dewasa dalam menentukan sikap. Kamu akan belajar berpikir menyeluruh, tidak hanya mengikuti keinginan sesaat.

Adikku, kamu harus bangga dengan dirimu, dengan kedua orang tuamu, dengan apa yg sudah mereka berikan kepadamu selama ini.
Adikku, jangan pernah marah pd orang tuamu atas keinginanmu yg blm bisa mereka penuhi. Percayalah, mereka bekerja keras untuk bisa membahagiakanmu, untuk membantumu mencapai cita-citamu, untuk kehidupan yg lebih baik untukmu di masa depan.

Adikku, makna hidup ini lebih besar daripada masalah yg km hadapi saat ini. Jadi kuatkanlah mentalmu. Jangan merengek. Jangan mengeluh. 

"Hadapi hidup ini dengan kepala tegak, jangan mundur. Kamu akan mengerti pada akhirnya kelak, bahwa hari ini yg km jalani adalah jalan yg akan mengantarmu ke kehidupanmu di masa depan"

*untuk adikku: Kiki*

Jumat, 11 November 2011

My Acrophobia

Mulai menyadari kalo aku punya acrophobia (phobia ketinggian) saat melihat teman-teman ku begitu santai naik lift yang tembus pandang sementara aku merasa kaki dan tangan sangat dingin, cemas, berpegang erat pada besi pegangan, jantung berdegup kencang. 


Aneh buat ku, kenapa cuman aku yg merasa seperti itu? Sementara yg lain bs cekikikan, rileks.

Kesimpulannya, aku ini fobia ketinggian.

Memang aku orangnya gampang penasaran, ga bakal mundur sebelum mencoba. Buktinya walaupun naik lift yg tembus pandang itu sesuatu yg awalnya menyeramkan, tetap saja aku menaikinya dgn berdebar. Dan setelah berulang kali melakukannya, rasa cemas itu makin lama makin pudar dan mulai terbiasa dan nyaman.

Pernah aku berjalan diseutas tali diketinggian (kira2 3 atau 4 meter dari tanah), disalah satu wahana di arena outbond. Memang scary, tp aku begitu tertantang, sambil berpegangan pada tali2 yg tergantung. 

Ups, aneh, kenapa tiba2 fobia nya jadi sesuatu yg menantang?? hmmm...
Tapi aku udah kapok ga mau ke Dufan lagi... Halilintar (roller coaster) nya menakutkan (sepanjang permainan, aku tutup mata) *tepok jidat komodo*, Kora-Kora? sudahlah sejak menjajalnya pas jaman kuliah udah kapok, Histeria? hmmm, wahana satu ini awalnya sangat menantang buat ku dan membuat penasaran... dan..... aku bener-bener trauma dihempas naik turun dalam kecepatan kilat itu. Itu penyiksaan!! 


Gondola, hmmm kereta gantung yg bisa mengajak kita ke ketinggian melihat pemandangan, sepertinya tdk terlalu menakutnya tp nyatanya tidak begitu, setengah perjalanan aku lalui dgn wajah tegang dan senyum kecut, berpegang erat pd tempat duduk, berusaha tdk banyak gerak supaya tdk terjadi banyak goyangan. Menakutkan bila memikirkan semua itu tiba2 terhenti di tengah, di ketinggian.

Anehnya, aku masih penasaran dgn Flying Fox dan Terjun melalui perosotan tinggi di wahana-wahana Waterboom.... masih mencoba menaklukkan rasa takut?? Well, bring it on!!! :)