Rabu, 04 Januari 2012

Kedai 1001 Mimpi by @vabyo

Pertama kali tau soal "Kedai 1001 Mimpi" itu dari Twitter. Buku ini adalah novel berdasarkan 'true story'nya penulis Valiant Budi a.k.a @vabyo di twitter.

Valiant Budi / Vibi ini dari kecil punya impian untuk bisa tinggal/bekerja di luar negeri terutama di daerah Timur Tengah dan Afrika. Aneh memang, dimana orang pasti akan membayangkan Eropa / Amerika, dia malah ingin kesana. Vibi akhirnya bekerja di Arab Saudi di sebuah kedai kopi bertaraf internasional, di suatu cabang di kota Dammam dan Al-Khobar.

Kisah yang ditulisnya adalah pengalaman hidupnya selama bekerja disana. Banyak yang membuatku tercengang dan tertawa kejengkang. Tentang arogansi orang sana yang merasa kaya dan menganggap remeh/hina orang dari bangsa lain dan inginnya diperlakukan bak raja dan ratu yang berkuasa. Tentunya orang yang kaya dan merasa paling pandai harusnya kan punya sopan santun dan pengetahuan yang bagus ya, tapi ternyata tidak. Money can't buy attitude.

Diceritakan bagaimana kacaunya mereka. Aku bilang kacau karena mereka itu kalo di kedai kopi yang bertaraf internasional aja kelakukannya jorok, abis minum berantakannya kayak di TPA Bantar Gebang, alias gelas udah berserakan, tumpah-tumpah, abu rokok di meja (padahal ada asbak), dsb. Rasanya di Indonesia yang mereka pandang miskin n hina aja kelakukannya ga kayak gitu. Maksudku, kalopun ada itu jarang terjadi terutama di tempat yang bertaraf internasional, anggap aja macam Starbucks. Lucu aja gitu.

Belum lagi yang gaptek, ga tau penggunaan Wi-Fi, bahkan ga tau cara browsing, bahkan ngirain kalo ada tanda wi-fi (free hot spot) artinya laptop juga disediakan.... euwwwghh cape dee. Ya memang, penyakit gaptek itu pastinya di tiap negara juga ada. Cuman, kalo gaptek ya ga usah sok dan arogan. 8')).

Tapi memang ga bisa nyalahin juga sih, mereka seperti itu kan karena akses internet sangat dibatasi, dan itu berbanding terbalik dengan Indonesia, sekarang hampir semua orang melek internet, bahkan anak TK pun kadang udah ngerti apa itu internet. hihihihi... Sementara disana, kalo ketauan foto ama pacar aja bisa dihukum, karena bukan muhrim. Oke saya ga mau bahas soal agama ya disini.

Belum lagi soal hukum yang kurang adil bagi warga pendatang, ya seperti kita tau lah gimana kisah sedih para TKI di Arab sana yang selama ini menjadi keprihatinan di Indonesia. 

Dan banyak lagi cerita di buku Kedai 1001 Mimpi, seperti kata Vibi... Kebusukan yang ada di negara saya juga ada di negara lain, tapi keindahannya belum tentu dimiliki negara lain. 8'))

Tidak menyesal membelinya seharga Rp. 55.000,- di Gramedia
Nice book @Vabyo.... Dan akhirnya, saya merasa sangat senang setelah menamatkan membaca buku ini dan tidak menyesal telah membeli buku yang penuh pengalaman berharga ini.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar